Rabu, 27 Februari 2013


Keluar Dari Kotak Nyaman

Betapa senangnya kita apabila segala sesuatu kebutuhan kita telah terpenuhi karena masih adanya kedua orang tua kita. Sehingga kita tidak perlu khawatir lagi dengan hari esok , tapi bagaimana dengan orang yang sudah tidak memiliki orang tua? Apakah hidup mereka akan terjamin? Bagaimana dengan kebutuhan mereka sehari-harinya? Dan bagaimana dengan sekolahnya? Orang yang mengalami seperti ini, dia akan berpikir lebih keras dibandingkan dengan orang yang masih mempunyai kedua orang tua. Karena ia harus memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan sendiri.
Banyak diantara teman-teman yang terlena dengan fasilitas yang telah disediakan oleh kedua orang tua, sering kali kita tidak mensyukuri apa yang telah kita rasakan saat ini dan terbelenggu dengan rutinitas yang ada yaitu melakukan sesuatu aktivitas yang hanya itu saja dilakukannya dalam kesehariannya. Kalo diibaratkan layaknya kupu-kupu yang hidup di dalam sebuah kotak kecil, yang mana kotak itu  merupakan wilayahnya untuk bergerak melakukan aktivitasnya. Setelah sekian lama berada di dalam kotak tersebut, kupu-kupu itu pun kini dapat keluar dan terbang, akan tetapi ia berpikir dan bertanya-tanya dalam dirinya “kenapa saya tidak bisa terbang tinggi layaknya kupu-kupu yang lainnya?. Setelah beberapa menit ia berpikir, ia baru menyadari penyebabnya. Selama ini ia hanya tinggal di dalam sebuah kotak kecil dan tidak pernah tahu tentang kehidupan diluar sana, dan tak pernah melatih kemampuan dirinya.

Kupu-kupu itu bisa dapat diibaratkan dengan diri kita, apabila kita terbelenggu dengan rutinitas keseharian kita dan kita merasa lebih nyaman di posisi saat ini, maka kita akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh kupu-kupu tadi. Maka dari itu teman-teman selagi kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri kita, ayo kita keluar dari kotak nyaman agar hidup kita menjadi lebih bermakna, inovatif dan tidak flat. Dengan keluar dari kotak nyaman, kita dapat mengasah dan melatih kemampuan atau skill yang terdapat dalam diri kita. Tak hanya itu, kita juga dapat mengukur seberapa bergunanya kemampuan kita di sekitar lingkungan masyarakat.

ok, enough for today, i beg your pordon if there is a mistake in my writing because i'm still study,,,,
terima kasih buat kalian yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan saya ini :D
sama manis penulis: Ariyadih mahasiswa LP3I cilegon jurusan komputer.

1 komentar:

one direction