Keluar
Dari Kotak Nyaman
Betapa senangnya kita
apabila segala sesuatu kebutuhan kita telah terpenuhi karena masih adanya kedua
orang tua kita. Sehingga kita tidak perlu khawatir lagi dengan hari esok , tapi
bagaimana dengan orang yang sudah tidak memiliki orang tua? Apakah hidup mereka
akan terjamin? Bagaimana dengan kebutuhan mereka sehari-harinya? Dan bagaimana
dengan sekolahnya? Orang yang mengalami seperti ini, dia akan berpikir lebih
keras dibandingkan dengan orang yang masih mempunyai kedua orang tua. Karena ia
harus memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan sendiri.
Banyak diantara
teman-teman yang terlena dengan fasilitas yang telah disediakan oleh kedua
orang tua, sering kali kita tidak mensyukuri apa yang telah kita rasakan saat
ini dan terbelenggu dengan rutinitas yang ada yaitu melakukan sesuatu aktivitas
yang hanya itu saja dilakukannya dalam kesehariannya. Kalo diibaratkan layaknya
kupu-kupu yang hidup di dalam sebuah kotak kecil, yang mana kotak itu merupakan wilayahnya untuk bergerak melakukan
aktivitasnya. Setelah sekian lama berada di dalam kotak tersebut, kupu-kupu itu
pun kini dapat keluar dan terbang, akan tetapi ia berpikir dan bertanya-tanya
dalam dirinya “kenapa saya tidak bisa terbang tinggi layaknya kupu-kupu yang
lainnya?. Setelah beberapa menit ia berpikir, ia baru menyadari penyebabnya. Selama
ini ia hanya tinggal di dalam sebuah kotak kecil dan tidak pernah tahu tentang
kehidupan diluar sana, dan tak pernah melatih kemampuan dirinya.
Kupu-kupu itu bisa
dapat diibaratkan dengan diri kita, apabila kita terbelenggu dengan rutinitas
keseharian kita dan kita merasa lebih nyaman di posisi saat ini, maka kita akan
merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh kupu-kupu tadi. Maka dari
itu teman-teman selagi kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri kita,
ayo kita keluar dari kotak nyaman agar hidup kita menjadi lebih bermakna,
inovatif dan tidak flat. Dengan keluar dari kotak nyaman, kita dapat mengasah
dan melatih kemampuan atau skill yang terdapat dalam diri kita. Tak hanya itu,
kita juga dapat mengukur seberapa bergunanya kemampuan kita di sekitar lingkungan
masyarakat.
ok, enough for today, i beg your pordon if there is a mistake in my writing because i'm still study,,,,
terima kasih buat kalian yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan saya ini :D
sama manis penulis: Ariyadih mahasiswa LP3I cilegon jurusan komputer.
.jpg)

bisa berbagi pikiran di :ichwanmindonesia.blogspot.com
BalasHapus